Kapal Jiran

  • Whatsapp

Bersamaan datangnya kapal, Kim kian mendekap Khal dalam pangkuan. Berharap di antara penumpang yang turun di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun adalah Rul. Hingga dirinya tak perlu bertanya lagi. Meneruskan atau menyudahi biduk rumah tangga yang telah dikayuh selama tiga tahun.

Masih segar dalam ingatannya, tahun pertama pernikahan. Ia dan Rul mendiami kota kecil, Duri. Daerah yang mengandalkan perekonomian dari minyak bumi. Perusahaan tempat Rul bekerja kala itu menjadi rekanan perusahaan minyak dan gas terbesar. Warga kota menyebut kerja PT. Apapun PT-nya, tak jadi persoalan. Asal bekerja PT, hidup terjamin. Gaji dari situ bisa menghidupi anak bini. Apalagi kalau status lajang. Biasanya, para orangtua kan memburu lajang-lajang PT buat jadi menantu. Bekerja di PT menjadi primadona.

Read More

Rul lajang mapan saat bertemu Kim. Masa itu ia tinggal mengontrak di rumah Sar, kakak perempuannya. Sar semula hanya bergurau menawarkan Kim (kala itu kos tak jauh dari rumah Sar) jika Rul ingin mencari jodoh. Rupanya gayung bersambut. Sosok Kim yang manut dan tak banyak tingkah membuat Rul terpikat.

Sementara Kim melihat, tipe pekerja keras ada dalam diri Rul. Hingga kalau nantinya ia menjadi istri, setidaknya hidup tak akan kekurangan. Mana ada pekerja keras hidup dalam lembah kemiskinan.

Sistem kerja kontrak. Paling singkat enam bulan. Biasanya diperpanjang, begitu ada proyek baru. Begitu lazimnya dari waktu ke waktu. Kim mesti pandai-pandai berhemat, sebelum kontrak kerja Rul bersambung. Atau, mendapat tugas di area kerja baru, tapi tak boleh pulang ke rumah dalam hitungan hari. Biasanya jauh dari fasilitas umum, tak ada angkutan umum, tak ada sinyal dan tak ada kedai. Warga menyebut, mandah. Gambaran pekerjaan Rul, hanya salah satu kriteria yang membuat Kim yakin melenggang ke pintu pernikahan.

Saat dokter menyatakan Kim positif hamil di usia perkawinan belum genap setahun, betapa ia membayangkan akan segera menjadi seorang ibu. Rul dapat merasakan betapa berbunganya hati Kim. Sebagai calon seorang ayah, ia pun menyiapkan segala keperluan buat jabang bayi kelak.

Rul mulai kasak kusuk soal nama, aqiqah dan tak kalah penting, rumah petak yang disewa bakal segera mereka huni. Kelahiran anak pertama tak saja menambah anggota keluarga. Lebih dari itu, menjadi alasan paling jitu, untuk tak lagi menumpang tinggal bersama Sar.

Selama ini, Kim memang tak pernah mengadukan tabiat Sar kepada Rul. Tapi ia bisa menangkap, kakaknya itu kerap menjadikan Kim sebagai sasaran permasalahan keluarga. Mulai dari suaminya yang konon ada affair dengan perempuan lain, anak-anaknya yang tak ada sopan-sopannya kepada Kim, hingga soal pinjam meminjam uang yang ujung-ujungnya keluar perkataan dari Sar seakan dia orang lain saja.

“Pasti dibayar. Seperti kakakmu ini orang lain saja!” pungkas Sar, saat Kim meminta pinjaman uang sebesar dua juta. Ia memerlukan karena proses persalinan kian dekat. Ia memberanikan diri menagih, usai meminta persetujuan Rul.

Namun seperti yang sudah-sudah. Sar kembali menjanjikan minggu depan. Kim mencatat, minggu depan versi Sar sudah masuk dalam hitungan enam bulan.

Kim berharap, semoga saja kepindahannya membuat Sar tak lagi leluasa meminjam itu dan ini. Dirinya kadang merasa bersalah. Dipinjamkan artinya memberi. Alamat tak ada cerita kembali. Apapun bentuknya. Kalau tak dipinjamkan, Sar tak segan mencecar, tak ada tenggang rasa sedikit jua antar keluarga.

Kim menjadi seorang ibu, perlakuan Sar justru kian menjadi. Jarak dua jam perjalanan dengan motor rupanya bukan persoalan. Sar tak peduli, meski Kim baru melahirkan. Apalagi Kim mesti bayar kontrakan. Sar tak ambil pusing.

Maka, mendengar Rul pindah kerja ke kepulauan, Kim girang bukan kepalang. Ia memang harus jauh dari Sar. Kadang ia bimbang, orang ia tolong malah dirinya yang salah.

Di pengujung tahun, surat pindah Rul ke wilayah kepulauan keluar. Karena Khal masih bayi, ia berangkat duluan. Selain mencari tempat tinggal, ia perlu menyesuaikan diri di daerah baru.

Dua belas purnama mencecah sudah. Kim harap cemas menyusul Rul. Harapan itu terjawab saat Rul menjemput mereka.


Kim memandang birunya lautan. Riaknya yang tenang. Tapi tidak dengan dadanya. Khal tertidur dalam pangkuan. Tiga kapal bersandar, lalu menurunkan penumpang dari Negeri Jiran. Sayang Rul tak kunjung nampak batang hidung. Kim kembali dibuai kenangan.

Saat jolong kali menginjakkan kaki di daerah kepulauan ini, Tanjung Balai Karimun, sebelumnya ia dikekang gamang. Apa iya ikut bersama Rul menyeberang lautan? Jika bertahan di Kota Duri, hatinya kian tertusuk. Selain itu, cerita sering mampir di telinganya, hubungan jarak jauh tak pernah menyisakan cerita aman-aman saja. Jauh dari kata bahagia.

“Kalau saya tetap di Duri bagaimana, Bang?”

“Tak usah. Bukannya Kak Sar membuat dirimu terganggu?”

“Bang, kok ngomongnya gitu? Selama ini kan saya turuti kemauan Kak Sar.”

“Makanya, pindah saja. Kita bangun hidup baru di sana.”

“Bagaimana ngasih tahu Kak Sar?”

“Biar abang yang kasih tahu.”


Kapal Roro menepi jelang dinihari di Pelabuhan Rempak setelah sepuluh jam perjalanan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Buton, Siak. Tiga koper besar berisi pakaian, lima kardus berisi perlengkapan rumah tangga dan sebuah sepeda motor berpindah ke pick up terbuka. Khal pulas dalam pangkuan.

Hari begitu lekas di Tanjung Balai Karimun. Di daerah jalur perdagangan bebas itu, hidup kian berdegup. Kaum pendatang mulai ramai. Hal itu membuat Kim tak perlu bagai orang asing.

Hari pertama, Rul mengajak dirinya dan Khal ke Coastal Area yang kesohor itu. Kawasan wisata bahari di bibir laut. Di sana pula Rul menceritakan asal muasal nama tempatnya, Tanjung Gelam dan Tanjung Rambut. Konon perselisihan kakak adik. Pesan sang kakak, ada pantangan jika berurusan dengan lautan. Tapi si adik cuai, lalu tenggelam (disingkat gelam). Kakak mencari hanya bersua rambut saja.

Masuk tahun kedua, perusahaan tempat Rul bekerja dihadapkan gelombang demonstrasi. Pekerja tempatan mencium ketidakadilan. Hanya dipakai sebagai kuli kasar, gaji jauh di bawah UMP. Perusahaan pun mengambil kebijakan. Beberapa posisi tak memberi kontribusi dipangkas. Berlaku bagi semua. Termasuk pekerja asing, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Untung saja, nama Rul tak tercantum.

“Bagaimana lagi, namanya kerja swasta. Untungnya abang masih dipakai.”

“Kenapa perusahaan tak memberi kelonggaran buat pekerja tempatan?”

“Namanya perusahaan luar negeri. Mana kenal KKN seperti perusahaan lokal.”

“Jadinya rusuh begitu.”

Masih begitu jelas di pelupuk mata Kim percakapan mereka kala itu. Berselang sepekan, puting beliung menyapu kawasan pesisir. Lokasi perusahaan tempat Rul bekerja terkena dampaknya. Perusahaan mengeluarkan kebijakan. Memberhentikan beberapa bagian tanpa tenggat waktu.

“Di Duri lain yang dihadapi. Di sini, lain pula yang terjadi.”

“Sabarlah dulu, Bang. Selesai diperbaiki, perusahaan manggil abang lagi.”

Habis hari berganti bulan. Belum ada tanda-tanda pemanggilan. Kim turun tangan mengatasi keuangan keluarga. Membuka jasa jahitan. Keterampilan yang sempat ia geluti awal tamat SMA.

Penantian Rul runtuh menjelang tutup tahun. Beberapa rekannya mulai melirik Negeri Jiran yang jaraknya cuma hitungan menit naik kapal cepat.

“Abang ingin ke Malaysia!”

“Kerja di luar negeri banyak peraturan. Abang tak bisa sesuka hati pulang.”

“Malaysia-Tanjung Balai Karimun kan dekat. Abang usahakan pulang tiap bulan.”

Kim berpagut risau. Kalau pindah kerja dari Duri ke kota pelabuhan itu, ia maklum. Di Duri ia tak bertenang hati. Keluarga acap memberinya luka. Dengan berjarak begitu, barangkali ada rasa rindu. Namun berjarak lagi dengan Rul, apalagi ke luar negeri-meski jaraknya cukup dekat-hatinya berat.

“Abang bersabar sedikit lagi, siapa tahu ada panggilan tiba-tiba.”

“Sudah berapa bulan abang bersabar?”

Kim mengenang silat kata terakhir itu. Ia tak percaya, diam-diam Rul mengurus passport.

Lautan sakti, rantau bertuah. Sesekali ia mengencangkan pelukan Khal. Sudah tahun ketiga Rul meninggalkan mereka. Kabar tidak, berita tiada. Ia tak pernah menyerah menyambangi pelabuhan. Termasuk saat Kak Ram menyapanya. Tetangga itu baru saja menengok keluarganya di Johor Baru.

“Sudah dapat kabar tentang Ayah Khal?”

“Belum. Entah sampai kapan, aku dan Khal menunggu kepulangan Bang Rul.”

“Ia sekarang tinggal bersama juru masak dan kakak perempuannya di sana. Kabarnya, kakaknya yang mencarikan perempuan itu. Masih tetanggaan.”

Kim tak berkata sepatah pun. Sejak Rul menambatkan kapal di Negeri Jiran, sejak itu pula ia bertekad bulat memutar haluan.

Tanjung Balai Karimun, 2019

Arlen Ara Guci telah menerbitkan buku kumpulan cerpen Surat dari Tepi Barat dan Jangan Percaya Airmata Bunda

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1,007 comments

  1. Some are medicines that help people when doctors prescribe. Medscape Drugs & Diseases.
    https://stromectolst.com/# stromectol tablets buy online
    Comprehensive side effect and adverse reaction information. Everything information about medication.

  2. Actual trends of drug. Comprehensive side effect and adverse reaction information.
    https://nexium.top/# can i get generic nexium without insurance
    Get warning information here. Everything information about medication.

  3. What side effects can this medication cause? What side effects can this medication cause?
    https://clomiphenes.online where buy generic clomid without rx
    Learn about the side effects, dosages, and interactions. What side effects can this medication cause?

  4. Party Dress Express is a small store with a big reach. They attract clientele from all over the region, and from as far as Connecticut, New York and Boston. In a typical year, they’ll help roughly 3,500 people prep for prom, assist 2,000 brides in finding their dream dress, and are also a go-to for the beauty pageant circuit, Cordeiro said. The demure silhouette combined with a statement-making print equals a dress that’s easy, eye-catching, and elegant. What’s more: The tie-dye pattern is very kind to wrinkles. Pair with strappy sandals and some oversized studs and you’ve got the perfect look for a night out on the town (or in an industrial warehouse turned wedding venue). AU$ 13 Flat Rate Express Shipping & Free Standard Shipping offer applies to purchases over AU$ 220 or $150 USD.
    https://www.divephotoguide.com/user/f3gqcdc110/
    Join now and get 10% off your next purchase! Looking for more business casual inspiration? Check out my article on business casual looks for plus size women. Update My Profile I have been on the quest to find quality, chic, petite plus size clothing for years now. The industry is just beginning to scratch the surface of what we want and need. I prefer a classic chic look that is age appropriate for women over 60. I do not like dowdy old lady looks! If you’re plus-sized, then you don’t wear ready-made clothes with standard measurements. You wear clothing specifically made for people with larger proportions. According to PLUS Model magazine: * Select from vertical prints and smart detailing: Vertical prints can be your best friends, as they can create an illusion of slimness and height. Colour-blocking patterns and small patterns in mild colours also look perfect. You can also opt for diagonal prints that can make your waist look slimmer.

  5. This device will effectively cleanse the skin, leaving a refreshed, rejuvenated appearance. It comes with 2 speeds to remove surface impurities and to deep cleanse. The flexible brush head fits the facial contours perfectly and targets hard to reach areas such as under eye and upper lip. But it also works well at applying highlighting shades on the browbone. It’ll just deposit a very soft wash of colour. In addition, tapered blending brushes also double up as concealer brushes: they do a great job at hiding dark circles and bags under the eyes. I love MAC 224 Tapered Blending Brush ($32.00) and Sigma Tapered Blending Brush E40 ($13.63). \nThat appointment has just been taken. Please change your selection and we’ll check again for you.\n
    https://xn--vb0bt0vi3bkzp6ik.com/bbs/board.php?bo_table=free&wr_id=5716
    Curling lashes makes a HUGE difference. For most of us, our lashes grow straight out and getting them to hold a curl helps to open the eye, making you appear more awake, alert and bright eyed. When lashes have a little curve to them, they look longer naturally. A curler is your best eyelash enhancer. We save this one for rainy (or humid) days. The long-wearing formula doesn’t budge—even through a sweaty spin class. Tip: Coat a cotton round with an oil-based remover and hold it against each eye for 15 seconds to gently remove without tugging. Like we said, it’s built to last. Maybelline’s Sky High Mascara got the TikTok treatment, and for very good reason. The formula is not only buildable and easy to wear, but it also feels lightweight and won’t weigh your lashes down. This could be due to its lash-loving formula, which contains nourishing bamboo extract. This is also Henney’s favorite for “building a really bold lash which will make your lashes look twice the size!”

  6. If you’ve come to learn how to write a narrative essay, you’ve found the perfect tutorial! In this blog, we’ll discuss the writing process step by step, provide topic examples, show you how to start a narrative essay, and what a narrative essay format looks like. By the end of this blog, you’ll be able to know what it takes to write a good narrative essay or at least, where to get one done. Set the scene for readers by letting them know relevant details of the the who, what, where and and where of your essay. For example, if you are assigned to write a narrative about a physical challenge, an effective thesis sentence would look at your personal reason for sharing the essay’s story. Looking at what is unique about the story you tell in your essay is crucial part of setting the scene. An opener might be, “My father teaching me how to swim the summer I turned 8 made me appreciate my dad’s patience and willingness to spend time with me.”
    https://europunkt.ro/2016/12/12/who-will-compose-my-essay-for-my-situation-you-can/
    This student gained admission to the College of Natural Sciences. It’s a really fun essay, and you can tell they enjoyed sharing their stories. They illustrate beautifully referencing specific examples their developing interests in nature and science starting with childhood. Does the essay reflect a relative knowledge of the proper conventions of grammar? Do not simply use spell check or proofread your essay; read your essay out loud. The organization of the essay could also be reworked. The student mentions Tech’s motto of “progress and service,” but doesn’t follow up until later with an example of how they’d use CS for the greater good. Using CS for social good isn’t ultimately the theme of their essay, so this section would’ve been better placed at the end of the paragraph about AI technology research, or at the very end of the essay. The essay actually ends abruptly, so placing the section at the end might’ve tied it up nicely, if the student could’ve placed more emphasis on how they plan to use CS to improve society.

  7. Цена 490 ₽ за 1 шт После поступления заказа в ПВЗ, вам придет смс/e-mail уведомление. ● помогает в кратчайшие сроки активизировать рост новых волосков; Включите в вашем браузере JavaScript! Главная / Make-up / CASTOR OIL + COMPLEX OF VEGETABLE OILS AND EXTRACTS Питательная сыворотка для роста ресниц – средство, которое также прекрасно справляется с задачей восстановления ресниц, их питания и ускорения роста. Применение сыворотки помогает восстанавливать ресницы, состояние которых пострадало от различных косметических процедур или от ежедневного окрашивания обычной тушью. Уже через две недели новые волоски в зоне роста. Через месяц увеличение длины ресниц до 45%. Смесь из масел оливкового и усьмы сделает ресницы длиннее и пышнее. Для приготовления состава нужно подогреть оливковое нерафинированное масло и добавить к нему масло усьмы. Подогревать его не нужно. На 10 мл оливкового приходится 5 капель второго масла. Время выдержки составляет 10-15 минут
    http://xcuv.com/bbs/board.php?bo_table=free&wr_id=53417
    О фломастере: единственный из опробованных, который немного затекает в складки. Это очень заметно, если сделать стрелку в один слой. Проблема решается, если нанести второй, но в этом случае урок рисования получается в два раза длиннее. Сама подводка кажется какой-то жидкой, но на верхнем веке волшебным образом не отпечатывается. Спокойно выдерживает весь день. Кухни, выполненные в нежных пастельных тонах, требуют соответствующего элегантного сантехнического оборудования. Лучшим решением будет установка крана в белом цвете. Это сделает приятный и неброский акцент. Если тебе не нравятся классические подводки, склонные к блеску, ты по достоинству оценишь эту жидкую подводку с матовым финишем косметического бренда NYX. С ней ты сможешь подводить глаза с точностью профессионального визажиста и создавать идеально ровные, точные линии всего за несколько секунд и без особых усилий.